SDN 16 Salama Berpartisipasi dalam FTBI Kota Bima 2026, Murid Tampilkan Bakat Bahasa dan Budaya Mbojo
SDN 16 Salama Berpartisipasi dalam FTBI Kota Bima 2026, Murid Tampilkan Bakat Bahasa dan Budaya Mbojo
Kota Bima – SDN 16 Salama turut berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kota Bima Tahun 2026 yang dilaksanakan di SDN 1 Melayu. Kegiatan ini menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa serta budaya Mbojo sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
Dalam kegiatan tersebut, SDN 16 Salama mengirimkan dua murid sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti cabang lomba yang berbeda. Kedua murid tersebut adalah Anas Taufiqurahan dari Kelas 6 yang mengikuti lomba Tembang Dali Mbojo dan Zahratul Aulia dari Kelas 5 yang mengikuti lomba menulis Aksara Mbojo.
Anas Taufiqurahan Ikuti Lomba Tembang Dali Mbojo
Murid Kelas 6, Anas Taufiqurahan, mengikuti cabang lomba Tembang Dali Mbojo dengan didampingi oleh guru pembina, Ibu Atriani. Dalam cabang lomba ini, Anas memperoleh nomor urut penampilan ke-4.
Setelah melalui persiapan sebelumnya, Anas mengikuti giliran tampil untuk membawakan tembang Dali Mbojo di hadapan dewan juri. Keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang seni dan sastra daerah, sekaligus melatih keberanian serta kepercayaan diri saat tampil di depan umum.
Melalui lomba ini, murid juga memperoleh pengalaman untuk mengenal dan mengapresiasi tradisi lisan Mbojo yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa bahasa dan sastra daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang perlu dijaga kelestariannya.
Zahratul Aulia Ikuti Lomba Menulis Aksara Mbojo
Sementara itu, Zahratul Aulia, murid Kelas 5 SDN 16 Salama, mengikuti cabang lomba menulis Aksara Mbojo dengan didampingi oleh guru pembina, Ibu Miftuhalisa.
Dalam pelaksanaan lomba, para peserta menempati tempat masing-masing dengan menggunakan meja tulis yang dibawa. Panitia kemudian membagikan teks dan pulpen sebagai perlengkapan untuk mengerjakan tugas menulis Aksara Mbojo.
Melalui cabang lomba ini, Zahratul mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan menulis menggunakan aksara daerah serta meningkatkan ketelitian dan konsentrasi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Mbojo melalui pembelajaran aksara daerah kepada generasi muda.
Mengikuti Rangkaian Kegiatan dengan Baik
Kegiatan FTBI Kota Bima Tahun 2026 diawali dengan pembukaan oleh pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima. Setelah rangkaian pembukaan selesai, para peserta diarahkan menuju ruang lomba masing-masing sesuai dengan cabang yang diikuti.
Suasana kegiatan mempertemukan murid-murid dari berbagai sekolah di Kota Bima. Mereka memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi, serta mendapatkan pengalaman baru dalam bidang bahasa dan budaya daerah.
Alhamdulillah, kedua perwakilan SDN 16 Salama, Anas Taufiqurahan dan Zahratul Aulia, dapat mengikuti perlombaan dengan baik. Keikutsertaan mereka menjadi pengalaman berharga, bukan hanya untuk mengembangkan kemampuan sesuai bidang lomba, tetapi juga untuk membangun keberanian, kedisiplinan, dan semangat belajar.
Dukungan Guru dalam Mengembangkan Potensi Murid
Partisipasi murid dalam kegiatan FTBI tidak terlepas dari peran guru pembina yang memberikan bimbingan dan pendampingan selama persiapan hingga pelaksanaan lomba. Terima kasih disampaikan kepada Ibu Atriani dan Ibu Miftuhalisa atas perhatian, bimbingan, serta dukungan yang diberikan kepada murid perwakilan sekolah.
SDN 16 Salama berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi Anas, Zahratul Aulia, dan murid lainnya untuk terus mengembangkan bakat serta berani berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pendidikan dan kebudayaan.
Melalui keikutsertaan dalam FTBI Kota Bima Tahun 2026, SDN 16 Salama turut mendukung upaya pelestarian bahasa dan budaya Mbojo. Semoga semangat mencintai bahasa daerah terus tumbuh di kalangan murid sehingga warisan budaya lokal tetap dikenal, dipelajari, dan dilestarikan oleh generasi penerus.

Komentar
Posting Komentar