Belajar IPAS di Luar Kelas, Murid Kelas 3B SDN 16 Salama Mengamati Ekosistem di Lingkungan Sekolah


 

Belajar IPAS di Luar Kelas, Murid Kelas 3B SDN 16 Salama Mengamati Ekosistem di Lingkungan Sekolah

Kota Bima — Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Lingkungan sekolah juga dapat menjadi sumber belajar yang membantu murid memahami materi melalui pengamatan secara langsung. Hal inilah yang dilakukan oleh murid Kelas 3B SDN 16 Salama dalam kegiatan pembelajaran IPAS bersama guru kelas, Ibu Fuji Astuti.

Pada kegiatan kali ini, murid mempelajari Tema 3: Hidup Bersama Alam, dengan subtema Ekosistem. Materi yang dibahas berfokus pada perbedaan antara individu, populasi, dan komunitas, serta cara mengenali ketiganya melalui contoh yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

Mengenal Individu, Populasi, dan Komunitas

Sebelum melakukan pengamatan, murid mempelajari konsep individu, populasi, dan komunitas sebagai bagian dari materi ekosistem. Ketiga istilah tersebut berkaitan dengan makhluk hidup yang berada di suatu lingkungan, tetapi memiliki pengertian yang berbeda.

Individu merupakan satu makhluk hidup, populasi adalah kumpulan makhluk hidup sejenis yang berada di tempat tertentu, sedangkan komunitas merupakan kumpulan berbagai populasi makhluk hidup yang hidup bersama di suatu lingkungan.

Pemahaman terhadap perbedaan ketiga konsep ini menjadi bekal bagi murid sebelum mencari dan mengidentifikasi contoh-contohnya secara langsung. Dengan demikian, murid dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan keadaan nyata di sekitar sekolah.

Pengamatan Lingkungan Sekolah dalam Empat Kelompok

Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, Ibu Fuji Astuti membagi murid Kelas 3B menjadi empat kelompok. Setiap kelompok mendapat kesempatan untuk mengamati lingkungan sekolah dan menemukan berbagai contoh yang sesuai dengan kategori individu, populasi, maupun komunitas.

Murid memperhatikan makhluk hidup yang dapat mereka temukan di sekitar sekolah, kemudian mendiskusikan hasil pengamatannya bersama anggota kelompok. Temuan tersebut dicatat dan dikelompokkan berdasarkan konsep yang telah dipelajari.

Melalui kegiatan ini, murid berlatih memperhatikan lingkungan dengan lebih saksama. Mereka juga belajar bahwa konsep IPAS dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga materi tidak hanya dipahami melalui penjelasan guru, tetapi juga melalui pengalaman langsung.

Berdiskusi dan Mempresentasikan Hasil Pengamatan

Setelah menyelesaikan kegiatan observasi, setiap kelompok membahas kembali catatan hasil pengamatan. Murid mencocokkan temuan mereka dengan pengertian individu, populasi, dan komunitas yang telah dipelajari sebelumnya.

Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di hadapan teman-teman. Kegiatan presentasi memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan hasil pengamatan, menjelaskan alasan pengelompokan, serta mendengarkan temuan dari kelompok lain.

Melalui diskusi dan presentasi, murid dapat saling bertukar informasi dan memperluas pemahaman tentang ekosistem. Mereka juga berlatih bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan menghargai hasil kerja teman.

Belajar dari Lingkungan Sekitar

Pembelajaran IPAS di luar kelas ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi murid Kelas 3B SDN 16 Salama. Lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk membantu murid memahami materi ekosistem secara lebih konkret.

Selain mengenali perbedaan individu, populasi, dan komunitas, murid juga berlatih melakukan pengamatan, mencatat informasi, mengelompokkan hasil temuan, berdiskusi, serta mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Melalui kegiatan bersama Ibu Fuji Astuti ini, diharapkan murid semakin memahami hubungan antara materi pelajaran dan lingkungan di sekitarnya. Pengalaman belajar secara langsung juga menjadi kesempatan bagi murid untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap makhluk hidup serta lingkungan tempat mereka belajar.

SDN 16 Salama terus mendorong kegiatan pembelajaran yang memberi ruang bagi murid untuk aktif mengamati, bertanya, berdiskusi, dan menemukan pemahaman melalui pengalaman belajar yang bermakna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027

Hari Jerapah Sedunia 21 Juni 2024 - SDN 16 Salama

Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V: Memahami Surel (Surat Elektronik) dan Cara Menyusunnya - SDN 16 Salama