Setelah STS Ganjil, SDN 16 Salama Lanjutkan Pembinaan Membaca dan Calistung bagi Murid
Setelah STS Ganjil, SDN 16 Salama Lanjutkan Pembinaan Membaca dan Calistung bagi Murid
Setelah menyelesaikan pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil, kegiatan pembelajaran di SDN 16 Salama dilanjutkan dengan pembinaan kemampuan membaca dan calistung bagi beberapa murid yang masih memerlukan pendampingan. Kegiatan ini menjadi bagian dari perhatian sekolah terhadap kebutuhan belajar murid, khususnya dalam kemampuan dasar yang menjadi fondasi untuk mengikuti pembelajaran pada berbagai mata pelajaran.
Pembinaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan materi dan latihan dengan kemampuan masing-masing murid. Guru memberikan pendampingan secara langsung sehingga murid memiliki kesempatan untuk berlatih, mengulang materi, dan membangun kemampuan dasarnya secara perlahan.
Pembinaan Calistung untuk Murid Kelas 5
Pada kegiatan hari ini, Ibu Nurha Agustini memberikan pembinaan calistung kepada murid Kelas 5, Muhamad Irdhi Adam Wibowo. Dalam pembinaan tersebut, kegiatan difokuskan pada latihan membaca dan menulis suku kata.
Murid terlebih dahulu berlatih mengenal dan membaca suku kata yang diberikan oleh guru. Setelah membaca, latihan dilanjutkan dengan menulis kembali suku kata tersebut. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya melatih kemampuan mengenali bentuk dan bunyi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada murid untuk menghubungkan apa yang dibaca dengan bentuk tulisan.
Pengulangan untuk Memperkuat Ingatan
Dalam proses pembinaan, suku kata yang telah dipelajari tidak langsung ditinggalkan setelah selesai dibaca. Guru memberikan pengulangan kembali terhadap suku kata yang sudah dipelajari sebelumnya.
Pengulangan dilakukan agar murid memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenali kembali bentuk suku kata dan mengingat cara membacanya. Latihan yang dilakukan secara berulang juga membantu murid mengikuti proses belajar secara bertahap tanpa harus terburu-buru menyelesaikan materi.
Guru memberikan pendampingan sesuai dengan kemampuan murid, kemudian memberikan kesempatan untuk mencoba kembali secara mandiri. Pola latihan seperti ini membuat kegiatan pembinaan dapat berlangsung secara lebih terarah dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid.
Pembinaan Membaca untuk Murid Kelas 2
Selain pembinaan kepada murid Kelas 5, Ibu Junari juga memberikan pembinaan kepada murid Kelas 2, Mutmainah. Kegiatan pembinaan diarahkan untuk membantu mengembangkan kemampuan membaca melalui latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan belajarnya.
Pendampingan dilakukan secara langsung agar murid mendapatkan arahan ketika menghadapi bagian bacaan yang masih perlu dilatih. Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk terus mencoba membaca sehingga proses belajar dapat berlangsung secara bertahap.
Pembinaan sebagai Tindak Lanjut Kebutuhan Belajar Murid
Kegiatan membaca dan calistung setelah pelaksanaan STS menunjukkan bahwa proses belajar di SDN 16 Salama tidak berhenti pada kegiatan penilaian. Setelah mengikuti STS, murid yang masih membutuhkan pendampingan tetap mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dasarnya melalui kegiatan pembinaan.
Melalui latihan yang dilakukan secara bertahap, pengulangan, dan pendampingan langsung dari guru, murid diberikan ruang untuk belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus memberikan perhatian terhadap perkembangan kemampuan literasi dan calistung murid.
Pembinaan membaca dan calistung diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pendampingan belajar di SDN 16 Salama, sehingga setiap murid memperoleh kesempatan untuk berkembang dan semakin percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.

Komentar
Posting Komentar