Nonton Bersama Film Sejarah G30S 1965 di SDN 16 Salama: Mengenal Peristiwa Sejarah melalui Media Audio-Visual
Nonton Bersama Film Sejarah G30S 1965 di SDN 16 Salama: Mengenal Peristiwa Sejarah melalui Media Audio-Visual
Bertepatan dengan peringatan Gerakan 30 September 1965, warga SDN 16 Salama melaksanakan kegiatan nonton bersama film sejarah yang mengangkat kisah dan peristiwa yang terjadi di Indonesia pada tahun 1965. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan murid dengan memanfaatkan halaman sekolah sebagai tempat pelaksanaan.
Kegiatan nonton bersama menjadi salah satu bentuk pengenalan sejarah melalui media audio-visual. Dengan menyaksikan tayangan secara bersama-sama, murid mendapatkan kesempatan untuk melihat gambaran mengenai peristiwa sejarah sekaligus mengikuti arahan guru dalam memahami isi tayangan secara lebih kritis.
Persiapan Kegiatan di Lapangan Sekolah
Sebelum kegiatan dimulai, guru dan murid berkumpul di lapangan sekolah. Guru terlebih dahulu mempersiapkan berbagai kebutuhan agar kegiatan nonton bersama dapat diikuti oleh warga sekolah.
Interactive Flat Panel (IFP) digunakan sebagai media untuk menampilkan film. Penggunaan IFP memungkinkan tayangan dapat disaksikan bersama oleh murid dan guru yang berada di lapangan.
Selain menyiapkan perangkat untuk pemutaran film, sebagian guru juga mempersiapkan alas untuk tempat duduk murid serta kursi yang digunakan selama kegiatan. Setelah persiapan selesai, seluruh peserta diarahkan untuk menempati tempat yang telah disiapkan.
Pemutaran Film Sejarah
Setelah seluruh persiapan selesai, guru membuka platform YouTube melalui perangkat yang terhubung dengan IFP. Guru kemudian memilih video yang akan ditayangkan sebagai bahan dalam kegiatan nonton bersama.
Murid dan guru menyaksikan tayangan secara bersama-sama. Kegiatan berlangsung sebagai kesempatan bagi murid untuk mengenal kembali salah satu bagian dari sejarah Indonesia melalui tampilan gambar dan cerita yang disajikan dalam bentuk film.
Media audio-visual digunakan untuk membantu memberikan gambaran yang lebih mudah diamati oleh murid dibandingkan hanya membaca uraian mengenai sebuah peristiwa. Tayangan tersebut menjadi bahan pembelajaran yang kemudian dapat dikaitkan dengan pengetahuan sejarah yang diperoleh murid di sekolah.
Mengenalkan Sejarah melalui Media Audio-Visual
Kegiatan nonton bersama tidak hanya menjadi kegiatan melihat film, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran sejarah. Guru dapat mengarahkan murid untuk memperhatikan isi tayangan dan memahami bahwa sebuah peristiwa sejarah perlu dipelajari dengan melihat sumber dan informasi yang relevan.
Melalui kegiatan ini, murid diperkenalkan pada peristiwa sejarah Indonesia dengan cara yang lebih dekat dengan pengalaman mereka. Tayangan film menjadi salah satu media untuk membangun ketertarikan murid terhadap sejarah sekaligus membuka ruang untuk membicarakan kembali informasi yang mereka lihat.
Pembelajaran Sejarah yang Tetap Didampingi Guru
Kehadiran guru dalam kegiatan nonton bersama tetap memiliki peran penting. Film digunakan sebagai media pendukung, sementara pemahaman mengenai peristiwa sejarah tetap perlu diarahkan melalui pembelajaran dan sumber yang sesuai.
Dengan demikian, kegiatan nonton bersama di SDN 16 Salama menjadi salah satu pengalaman belajar yang memadukan pemanfaatan teknologi dengan pengenalan sejarah. Murid tidak hanya menyaksikan tayangan secara bersama-sama, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal peristiwa masa lalu dan belajar melihat informasi sejarah secara lebih kritis.

Komentar
Posting Komentar