MPLS Hari Keempat Kelas 2 SDN 16 Salama: Murid Belajar Tanggung Jawab melalui Penyusunan Jadwal Piket Kelas
MPLS Hari Keempat Kelas 2 SDN 16 Salama: Murid Belajar Tanggung Jawab melalui Penyusunan Jadwal Piket Kelas
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari keempat di kelas 2 SDN 16 Salama berlangsung dengan penuh semangat bersama guru kelas, Ibu Suharti, S.Pd. Pada hari ini, murid mengikuti kegiatan penyusunan dan pembagian jadwal piket kelas sebagai bagian dari pembiasaan budaya positif yang akan diterapkan selama Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kegiatan diawali dengan penjelasan dari guru mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruang kelas sebagai tanggung jawab seluruh warga kelas. Guru mengajak murid memahami bahwa lingkungan belajar yang bersih dan tertata akan menciptakan suasana yang lebih sehat, nyaman, serta mendukung proses belajar mengajar.
Selanjutnya, guru menjelaskan berbagai tugas yang akan dilakukan saat piket, seperti menyapu lantai, merapikan meja dan kursi, membersihkan papan tulis, membuang sampah pada tempatnya, serta memastikan ruang kelas tetap rapi sebelum dan sesudah kegiatan belajar. Melalui penjelasan tersebut, murid memahami bahwa setiap tugas memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas.
Setelah itu, murid bersama guru menyusun dan membagikan jadwal piket kelas secara adil. Setiap murid memperoleh giliran sesuai jadwal yang telah disepakati bersama sehingga semua memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam merawat kebersihan kelas. Guru juga mengingatkan agar setiap kelompok piket dapat bekerja sama, saling membantu, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Murid tampak antusias mengikuti arahan guru serta memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas piket, tetapi merupakan tanggung jawab bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan MPLS hari keempat ini, murid tidak hanya belajar tentang pentingnya kebersihan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pembiasaan ini diharapkan menjadi budaya positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah sehingga tercipta lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, dan menyenangkan bagi seluruh murid.

Komentar
Posting Komentar