MPLS Hari Kedua Murid Kelas 2 SDN 16 Salama: Asesmen Nonkognitif untuk Memahami Karakter dan Kebutuhan Belajar Murid


 

MPLS Hari Kedua Murid Kelas 2 SDN 16 Salama: Asesmen Nonkognitif untuk Memahami Karakter dan Kebutuhan Belajar Murid

🌟📝 Memasuki hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), murid kelas 2 SDN 16 Salama mengikuti kegiatan asesmen nonkognitif yang dipandu oleh guru kelas, Ibu Suharti, S.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pembelajaran pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027, dengan tujuan membantu guru mengenali karakteristik serta kebutuhan belajar setiap murid secara lebih menyeluruh.

Kegiatan diawali dengan penjelasan dari Ibu Suharti mengenai tujuan pelaksanaan asesmen nonkognitif. Guru menyampaikan bahwa asesmen ini bukan merupakan ujian atau penilaian untuk menentukan nilai, melainkan sarana untuk mengenal murid lebih dekat sehingga proses pembelajaran yang akan dilaksanakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, dan perkembangan masing-masing murid.

Selanjutnya, guru membagikan lembar asesmen kepada seluruh murid dan memberikan petunjuk cara mengisinya. Selama kegiatan berlangsung, murid didampingi oleh guru sehingga mereka dapat memahami setiap pertanyaan dengan baik dan mengisi lembar asesmen sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Melalui asesmen nonkognitif ini, guru memperoleh informasi mengenai berbagai aspek penting dalam kehidupan murid, seperti kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, kondisi lingkungan keluarga, minat dan hobi, gaya belajar, motivasi belajar, karakteristik pribadi, hingga kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2026/2027.

Informasi yang diperoleh dari asesmen akan menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih berpihak pada murid. Dengan memahami karakter dan kebutuhan belajar setiap anak sejak awal tahun pelajaran, guru dapat menentukan pendekatan, metode, maupun kegiatan pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing murid.

Seluruh murid mengikuti kegiatan dengan tertib, penuh semangat, dan antusias. Mereka mengisi lembar asesmen dengan sungguh-sungguh sambil berdiskusi dan bertanya kepada guru apabila terdapat pertanyaan yang belum dipahami. Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan hubungan yang baik antara guru dan murid sejak awal tahun pelajaran.

Pelaksanaan asesmen nonkognitif juga menjadi wujud komitmen SDN 16 Salama dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid. Sekolah meyakini bahwa setiap murid memiliki karakter, pengalaman, dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, proses pembelajaran perlu dirancang dengan memperhatikan keberagaman tersebut agar setiap murid memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru semakin memahami kondisi setiap murid sehingga mampu memberikan layanan pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga mendukung perkembangan karakter, sosial, emosional, dan kepercayaan diri mereka.

🌟 Dengan pelaksanaan asesmen nonkognitif sejak awal tahun pelajaran, SDN 16 Salama terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid, menghargai setiap potensi yang dimiliki, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh murid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potret Cerita 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 2025 - SDN 16 Salama

Hari Jerapah Sedunia 21 Juni 2024 - SDN 16 Salama

Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V: Memahami Surel (Surat Elektronik) dan Cara Menyusunnya - SDN 16 Salama